Hikmah dari penciptaan manusia

Pertanyaan: 129343

Saya adalah non-muslim, tetapi saya ingin mengetahui apa yang dikatakan Islam tentang: mengapa Allah menciptakan manusia ? adakah sebab khusus ? apa arti keberadaan (wujud) ? apakah hanya untuk taat kepada Allah ?

Teks Jawaban

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah, wa ba'du:

Kami berkeyakinan bahwa Allah adalah Pencipta umat manusia, dan Dialah satu-satunya yang menciptkan seluruh makhluk hidup dari aneka hewan, burung, serangga, ikan, dan lainya termasuk manusia dan jin, dan kami berkeyakinan bahwa Allah tidak sia-sia menciptakan ini semuanya, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وما خلقنا السموات والأرض وما بينهما لاعبين ما خلقناهما إلا بالحق

(Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main. Tidaklah Kami ciptakan keduanya, kecuali dengan hak) QS. Ad-Dukhan :38-39.

Dan Allah mengutamakan manusia dari seluruh makhluk, Dia menganugerahkan kepadanya akal, telinga, mata, dan hati, Dia menjadikannya bisa berbicara dengan lisan, dan melebihkannya dari semua makhluk lainya.

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an:

ولقد كرمنا بني آدم وحملناهم في البر والبحر ورزقناهم من الطيبات وفضلناهم على كثير ممن خلقنا تفضيلا

(Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.) QS. Al-Isra’ :70.

Allah membedakan manusia dari makhluk lainya, ketika Allah memberikan kepadanya akal dan hati, Allah menugaskannya untuk beribadah kepada-Nya, manusia tahu siapa yang menciptakannya, maka Allah memerintahkan untuk menyembah-Nya karena Dia adalah Tuhan dan Pemiliknya, dan Pemilik berhak atas yang dimilikinya, Allah menciptakan umat manusia untuk mereka beribadah kepada-Nya, untuk itu Allah berfirman:

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون

(Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.) QS. Az-Zariat :56.

Dan Dia menyangkal bahwa penciptaan manusia sama  seperti penciptaan binatang, Allah berfirman:

أفحسبتم أنما خلقناكم عبثا وأنكم إلينا لا ترجعون

(Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?) QS. Al-Mu’minun :115.

Yang demikian adalah prasangka buruk. Dan Allah ta’ala berfirman:

أيحسب الإنسان أن يترك سُدى

(Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?) QS. Al-Qiyamah :36.

Atau tidak dihiraukan, tidak diperintah, tidak dilarang, dan tidak diberi tugas tanggung jawab.

Ketika Allah membedakan manusia dengan makhluk ciptaan lainya, diantara hikmah penciptaanya adalah Allah memerintahkannya untuk beribadah, melarangnya untuk berbuat dosa, menjanjikan surga bagi yang taat, memberitahukan kepadanya bahwa Dia akan menghidupkannya kembali setelah mati, dan manusia akan mendapatkan balasanya secara utuh, barang siapa yang membenarkan hal tersebut maka ia termasuk orang-orang yang bertakwa dan beriman, dan barang siapa yang mendustakan hal tersebut maka ia telah berbuat dosa kepada Allah dan akan mendapat ganjaran hukumannya sekarang dan kelak di kemudian hari, dan ia tidak merugikan siapapun kecuali dirinya sendiri.

Wallahu a’alam.

Rujukan

Refrensi

Samahatus-Syekh Abdullah bin Jibrin rahimahullah

at email

Buletin

Daftarkan email Anda untuk menerima buletin dari situs Tanya Jawab Tentang islam

phone

Aplikasi Tanya Jawab Tentang Islam

Akses lebih cepat ke konten dan kemampuan menjelajah tanpa internet

download iosdownload android